Jadi beberapa tahun yang lalu saat Arya masih duduk di bangku SD, Arya sempat belajar tentang LibreOffice lebih tepatnya Calc. Bagi rekan-rekan pengguna spreadsheet apps, di situ lah dimana implementasi tipe data sangat-sangat diterapkan karena memang memudahkan dalam mengolah data-data yang memeungkian untuk dikalkulasi atau dalam bentuk statistik.
Berdasarkan cerita Arya itu adalah hari pertama kelas nya belajar spreadsheet apps dan karena jumlah siswa dan tidak imbang maka sebagai siswa buangan Arya pun menggunakan 1 komputer untuk ber-3 dengan rekan sekelasnya yaitu : Mahardika & Lumiya, yang seharusnya ideal untuk 2 siswa saja.
Lanjut dalam praktik, mereka membuat table lalu mencoba menginputkan teks, angka ke dalam field. hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.
Saat mengisi each field nya seorang siswa bernama Lumiya memberikan saran untuk
"Menurut gua, cukup field nya cukup lebar kan? Kalo di isi 'five' kayanya masih muat!" ~Lumiya
"Okay, got it." Mahardika dan Arya menjawab.
Setelah selesai mengisi field nya, penjelasan guru pun berlanjut ke operasi aritmetika yaitu perkalian yang melibatkan lebih dari 1 field, yaitu price dan amount. Tidak perlu main tebak-tebakan sudah pasti reken-rekan pembaca tau apa yang terjadi.
Hasil penjumlahan menampilkan. error berikut :
Kerena mendapatkan error Arya pun angkat tangan meminta bantuan untuk melakukan trouble shooting pada spreadsheet merkea.
Ya, tentu saja gurunya memperbaiki error nya, dan merespon dengan nada sedikit jengkel karena mengetahui root cause yang cukup,… lol.. ya… heehehe.
"Haduh…" Gumam si guru sambil memperbaiki the error nya.
Namun penjelasan baku yang mereka dapat adalah
"Harus angka…"~Guru Komputer menjawab dengan bad mood vibes
"Ya, mana gua tau an***… Kalo udah bisa gak sekolah gua. Langsung kerja jadi Astronot."~Arya (Gumam Arya jika waktu bercertia kasus ini ke saya.)
Saya sih sependapat dengan Arya, menang apa yang diharapkan dari bocah 8 Tahun yang pertama kali menggunakan spreadsheet. Mungkin harap gurunya adalah di hari pertama belajar spreadsheet siswanya sudah pada jago query language…
Okay, aku rasa sudah cukup aku jelaskan dengan artikel ini ya, terkait penyebab errornya. Jadi operasi Aritmatika tidak bisa dilakukan karena tipedatanya tidak sama, jadi error jika saya coba tulis dengan pesoudocode :
amount = 'five';
total = price*amount;
total = 1000*'five';
result *Error : #VALUE!
Meskipun kenyataannya, ya… sebagai ruler writer o_o kita bisa atur suka-suka, peseudocode diatas menjadi dalam bentuk javascript sehingga bisa mengeluarkan hasil yang benar (bernilai 5000).
zero:0,
one:1,
two:2,
three:3,
four:4,
five:5,
six:6,
seven:7,
eight:8,
nine:9,
}
let price = 1000;
let amount = 'five';
let amountNumber = null;
if(amount != ''){
amountNumber = numberOption[amount];
}else{
amountNumber = numberOption.zero;
}
total = price*amountNumber;
//total = 1000*5; //aritematic process
//total = 5000; //result
console.log(total); // output : 5000
Meskipun kita tidak bisa rewrite code di spreadsheet apps atau melakuakn Reverse Engineering ke source code aplikasi pengolahan angka tersebut. Kami masih memiliki kemungkinan menerapkan pesudocode di atas dengan tipe data ENUM jika berusrusan dengan database, membuat option dengan tipe data dictionary di python, atau menerapkan Formual Nested IF() di Excel untuk membuat option untuk menghandle error diatas. Karena scope nya tidak besar, ya sebatas pembelajaran untuk anak SD.
Sebelum saya menulis code itu berdasarkan cara kerja otaknya, Arya. Mohon maaf sebelumnya. Saya rasa cukup jelas ya, terkait perbaikan dari error yang dilakukan Arya di spreadsheet.
Selanjutnya berdasarkan certia dari Arya, hal-hal menyenangkan pun mulai terjadi.
"Koblok…" terdengan suara seorang siswa yang nyeletuk, memecah keheningan dan mengubah mood dari guru komputer yang jengkel menjadi sedikit tersenyum.
Seisi kelas pun meresponse dengan ketawa kecil dan beberapa menahan tawa.
Lalu kegiatan belajar dan mengajar pun berlanjut, hingga jam pun berakhir. Dari lab komputer, seluruh siswa pun kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran yang lain.
Saat keluar dari lab komputer ternyata ada siswa yang telah menunggu Arya di depan lab komputer. Siswa itu mengatakan
"Koblok…" sambil cekikikan.
Arya yang tidak mau meladeni nya pun mecoba melipir menjauh dari sumber suara. Kata Arya, dia seakan ingin mecoba nemutup kedua telinganya. Namun Arya tetap berusaha menjauh dengan pandangan ke bawah dan agak kabur.
Lalu si pintar dan tengil karena seorang anak dari keluarga yang terpandang (#kata Arya) bernama Brandon pun mulai mencemooh Arya.
"Koblok… manusia purba." ~Brandon
Dengan cekikikan dan nada yang merendahkan Arya.
"Koblok… emang lu… =angka*huruf" ~Brandon berkata ke beberapa teman sekelasnya sambil nunjuk-nunjuk ke Arya.
"lho hasilnya kok, hahahaha… Koblok" ~Brandon
"hahahaha… Koblok banget… asli…" ~Brandon masih tertawa, terbahak-bahak
Ejekan itu pun berlanjut hingga Arya berada di kelas 6, Arya the fooliest icon of speardsheet
Kami mempublish cerita ini tidak bermaksud untuk menghina atau menjelek-jelekkan pihak yang pernah konflik dengan Arya, semua karakter pun kami samarkan namanya.
Meskipun saya sebenarnya se7 dengan Brandon yang menggunakan Arya sebagai representasi ke goblogan, terbukti dengan this cover article tertang tipe data ini mengapa menggunakan ilustrasi Majo no Leona, teaching mode.
"I try to represent my anger on it, as a curse" ~Arya
"It’s never work, dude!" ~ Langit
"Let see… Leona, Chant the spell…" ~Arya



